Selasa, 03 Juni 2014

Halo bumi : Semoga hatiku seperti engkau

Halo bumi..

Waktu berlalu, orang-orang datang dan pergi. Ada yang hanya lewat, ada yang singgah sebentar, ada juga yang tinggal cukup lama, namun lagi-lagi berakhir di skenario yang sama.

Rasanya memang sudah hukum alam jika yang menghilang akan terganti begitu saja dengan yang baru. Kalau diperhatikan, hati memang tak jauh berbeda dengan sebuah tempat peristirahatan-eh tapi tanpa biaya sewa.

Lalu disana tertinggal beberapa jejak yang lambat laun terhapus oleh waktu. walau masih ada satu dua yang meninggalkan bekas..

Tak jauh beda dengan yang dirasakanmu, ribuan spesies datang dan pergi, meninggalkan jejak ngga karuan dimana-mana, menjatuhkan banyak airmata-dari yang penuh emosional sampai airmata buaya. Namun saat mereka “ngakak” dagunya diangkat, wajahnya mendongak ke atas langit, dan malang nasibmu, dilupakan oleh para penitip airmata.

Sama seperti hati, engkau hanya jadi sebuah tempat peristirahatan. Namun ngga sedikit yang terlena, kerja mati-matian demi dapat kebahagiaan semu ataupun menghabiskan waktunya dari pagi hingga sore hanya untuk memikirkan perkataan orang lain.

Jadi malu sendiri, karena meskipun begitu engkau masih tetap saja konsisten bertasbih.

Bisakah hati ini menirunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar