Halo
bumi..
Waktu
berlalu, orang-orang datang dan pergi. Ada yang hanya lewat, ada yang singgah
sebentar, ada juga yang tinggal cukup lama, namun lagi-lagi berakhir di
skenario yang sama.
Rasanya
memang sudah hukum alam jika yang menghilang akan terganti begitu saja
dengan yang baru. Kalau diperhatikan, hati memang tak jauh berbeda
dengan sebuah tempat peristirahatan-eh tapi tanpa biaya sewa.
Lalu
disana tertinggal beberapa jejak yang lambat laun terhapus oleh waktu. walau
masih ada satu dua yang meninggalkan bekas..
Tak
jauh beda dengan yang dirasakanmu, ribuan spesies datang dan pergi,
meninggalkan jejak ngga karuan dimana-mana, menjatuhkan banyak airmata-dari
yang penuh emosional sampai airmata buaya. Namun saat mereka “ngakak” dagunya
diangkat, wajahnya mendongak ke atas langit, dan malang nasibmu,
dilupakan oleh para penitip airmata.
Sama
seperti hati, engkau hanya jadi sebuah tempat peristirahatan. Namun ngga sedikit
yang terlena, kerja mati-matian demi dapat kebahagiaan semu ataupun menghabiskan
waktunya dari pagi hingga sore hanya untuk memikirkan perkataan orang lain.
Jadi
malu sendiri, karena meskipun begitu engkau masih tetap saja konsisten bertasbih.
Bisakah
hati ini menirunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar