Temanku
punya musuh, musuhnya punya teman, lalu temannya musuhku adalah temanku dan
temannya temanku-semoga ngga membingungkan.
Sejujurnya
ini rahasia, tapi aku ingin menceritakannya.. musuh temanku dan orang yang
kubenci adalah orang yang sama.. “Dia punya tahi lalat”
Sebagai
bentuk rasa trimakasihku padanya, kutulis sebuah puisi manis untuknya..
Kepada: Si pemilik tahi lalat
Ada
lalat yang singgah di ujung bibirnya
Hitam
besar namun tak beraroma
Mungkin
bau mulutnya melebihi bau tahi lalat
Sampai-sampai
lalat mati karena nafasnya
Ada
lalat yang singgah di ujung bibirnya
Bergerak-gerak
haus akan perhatian
Mungkin
itu hanya sebuah tahi lalat tanda lahir
Namun
bukankah lalat suka membuang tahinya tanpa berpikir?
Ada
lalat yang singgah di ujung bibirnya
Ah,
itu bukan lalat melainkan hanya tahinya
Bibirnya
berkedut semenjak tahi lalat ada disitu
Kini
lalat takut membuang tahi di bibir gadis itu
Mohon
maaf, karena manusia munafik sudah biasa, selain kepada Tuhan.. aku hanya bisa
bercerita dengan sang maya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar